Senin, 05 Agustus 2013

Refleksi Sore

Terkadang ketika ada sesuatu yang jatuh dan terpecah belah, sesungguhnya pecahan-pecahan itu jatuh ke tempat yang tepat...,

Ada banyak hal dalam hidup kita yang terkadang seperti menjatuhkan kita, namun sesungguhnya akhir dari semua itu justru membawa kita ke tempat yang tepat, dalam keadaan yang jauh lebih baik.

Selamat sore
Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 04 Agustus 2013

Engkau Menyebutku

Engkau menyebutKu Tuhan, tetapi engkau tidak melayaniKu

Engkau menyebutKu Raja, tetapi engkau tidak menghormatiKu

Engkau menyebutKu Jalan, tetapi engkau tidak mengikutiKu

Engkau menyebutKu Kebenaran, tetapi engkau tidak percaya kepadaKu

Engkau menyebutKu Terang, tetapi engkau tidak melihatKu

Engkau menyebutKu Guru, tetapi engkau tidak mau belajar dariKu

Engkau menyebutKu Juruselamat, tetapi engkau tidak mengandalkanKu

Engkau menyebutKu Sahabat, tetapi ada banyak hal yang kau sembunyikan dariKu

Engkau menyebutKu Ajaib, tetapi engkau tidak percaya akan mujizatKu

Engkau menyebutKu Tabib, tetapi saat kau sakit, engkau tidak datang kepadaKu

Engkau menyebutKu Keselamatan, tetapi

engkau mengandalkankan kekayaanmu

Engkau menyebutKu Gembala, tetapi engkau tidak mau Kutuntun

Engkau menyebutKu Bapa, tetapi engkau tidak berperilaku seperti anakKu

Kolose 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Roma 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

GBU all

Ceritakan....

Ceritakan tentang hatimu
dan hal-hal yang tak terkatakan
kepada DIA...,

karena BAPA-mu mengenalmu
dan hanya kepada-Nya-lah
jiwamu akan menemukan
keteduhan...,

Orang Yang Dekat Dengan Tuhan

Orang yang "DEKAT" dengan Tuhan bukan berarti tanpa "AIR MATA"

Orang yang "TAAT' pada Tuhan bukan berarti tak ada "KEKURANGAN"

Orang yang "TEKUN BERDOA" bukan berarti tanpa "MASALAH"

tapi yang "PASTI" orang tsb akan selalu alami "PENYERTAAN TUHAN"

Seandainya masih dalam "PROSES" suatu saat pasti "DIPROMOSIKAN" Tuhan karena Tuhan tau "WAKTU YANG TEPAT" untuk berikan yang "TERBAIK".

Sabtu, 03 Agustus 2013

Berdoa Dengan Cara Allah

Ajari aku, TUHAN…
Aku ingin tahu, cara yang benar untuk berdoa.

Bila aku perlu menggunakan kata-kata,
Kata apa yang harus kupakai?
Beritahukan kepadaku, apa yang harus kukatakan?

Aku menundukkan kepala,
Aku berlutut… haruskah juga bersikap tegak?

Aku menutup mataku,
Kuangkat tanganku, atau… haruskah aku mengatupkannya saja?

Apakah aku harus berdiri? Atau duduk saja?
ALLAHku… posisi mana yang KAU sukai?

Apakah sebaiknya lampu menyala atau dimatikan?
Mungkin lebih baik dengan terang lilin saja?
Perlukah kupakai kacamataku atau tidak?
Ada di kursi saja atau di depan meja?
Haruskah aku berbisik atau berdoa dengan suara lantang?

Haruskah aku mengutip Kitab Suci?
Kapan waktu yang KAU sukai? Di waktu fajarkah?

Haruskah aku berdoa dengan cepat-cepat atau perlahan-lahan?
Lebih baik doa yang pendek atau yang panjang?

Aku baru saja belajar berdoa, apa saja aturannya?
Aku ingin berdoa dengan benar.

Bagaimana aku tahu bahwa KAU akan mendengarkannya?
Bahwa doaku sudah benar?

Dan sementara aku duduk diam,
menunggu tanda-tanda,
Aku mendengar suara lembut yang berkata:

“AnakKU yang terkasih…
Apakah kau pikir AKU begitu peduli tentang waktu,
atau tentang posisimu ketika berdoa, berdiri atau berlutut?”

“AKU tak peduli tentang posisi tubuhmu atau tempat yang kaupilih;
Bukalah hatimu kepadaKU,
Aku tak punya aturan lainnya.”

“Katakan padaKU apa yang ada dalam hatimu,
dan katakan padaKU apa yang kaucari,
Ceritakan tentang kepedihanmu
dan hal-hal lain yang membuatmu merasa lemah.”

“Bicaralah padaKU secara pribadi
tentang apa yang paling penting bagimu;
AKU tahu tentang perbuatan-perbuatan baikmu…
tak perlu engkau menyombongkannya.”

“AnakKU, engkau tak perlu pelajaran-pelajaran,
Bicaralah saja padaKU setiap hari,
katakan padaKU apapun yang kauinginkan,
SayangKU, siapapun dapat berdoa.”

Kamis, 01 Agustus 2013

Jadilah Seorang Anak Tuhan

Jadilah seorang anak Tuhan
yang...,

tetap sejuk
di tempat yang panas,

tetap manis
di tempat yang begitu pahit,

tetap merasa kecil
meski telah menjadi besar,

tetap tenang
ditengah badai yang hebat,

menjadi butiran mutiara
ditengah tumpukan pasir,

tetap mengandalkan Tuhan
dalam segala perkara !!!

Haleluya !

Mati Bagi Diri Sendiri

Ketika engkau dilupakan atau tidak dipedulikan atau dengan sengaja diabaikan dan engkau tidak marah atau terluka dengan penghinaan atau kesalahan, tapi hatimu tetap bersukacita dan menganggap sebagai suatu kelayakan untuk menderita

bagi Yesus, itulah mati bagi diri sendiri.

Ketika kebaikanmu dianggap jelek, dan harapanmu menyimpang, nasehatmu tidak dihargai, pendapatmu ditertawakan dan engkau menolak kemarahan timbul dalam hatimu, atau tidak membela diri tetapi menerima semua itu dengan sabar dan dengan

diam-diam tetap mengasihi orang-orang yang melakukannya, itulah mati bagi diri sendiri.

Ketika dengan kasih dan kesabaran engkau menanggung segala ketidakteraturan, ketidaktepatan waktu, atau gangguan-gangguan tertentu, ketika engkau berhadapan muka dengan muka dengan kesia-siaan, kebodohan, hal-hal yang melampaui batas, kebutaan rohani, dan bertekun sama seperti Yesus tekun menanggung semuanya itu, itulah mati bagi diri sendiri.

Ketika puas dengan semua jenis makanan, pakaian atau keadaan cuaca atau masyarakat, setiap bentuk kesepian atau gangguan serta perubahan program disebabkan Allah menghendakinya, itulah mati bagi diri sendiri.

Ketika engkau melihat saudaramu hidup berkelimpahan

dan semua kebutuhannya terpenuhi dan dengan jujur dapat bersukacita bersama dengannya dalam Roh tanpa rasa cemburu atau bertanya mengapa pada Tuhan, walaupun dalam saat yang sama engkau mempunyai kebutuhan yang lebih besar dan dalam keadaan terdesak untuk memenuhinya, itulah mati bagi diri sendiri.

Ketika engkau dapat menerima koreksi atau celaan dari orang yang secara status lebih rendah darimu dan dengan rendah hati menundukkan diri yang lahir dari dalam, tanpa ada pemberontakan ataupun dendam yang timbul dalam hatimu,

itulah mati bagi diri sendiri.